Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Durian Sei Pasah

Durian Sei Pasah
Masih ingat dengan Pesta Durian di Sei Pasah? Kali ini, admin kembali mendapat kesempatan untuk menikmati durian dari tempat yang sama. Menurut Pak Bambang yang membawakan durian tersebut, harga durian dari Sei Pasah tersebut harganya berkisar dari Rp 5.000 (kecil) sampai Rp 20.000 (besar). Tentu saja harga tersebut adalah harga beli di tempat. Kalau beli di pasar tentu harganya sudah berbeda.

Ada beberapa tempat di Kapuas yang merupakan penghasil durian yaitu Sei Pasah, Basarang, Sei Pinang dan lain-lain. Jadi potensi buah-buahan di Kapuas cukup luar biasa. Awal tahun ini buah rambutan kembali melimpah di Kuala Kapuas, begitupun dengan buah cempedak dan nenas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"