Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Pagi-pagi sudah antri di Rumah Makan Al-Aman

Antrian di rumah makan Al-Amin
Hari pertama di tahun 2017 (1 Januari 2017) jalan masih tampak lengang. Saat admin bersama istri ke Rumah Makan Al-Aman untuk beli nasi kuning, rupanya sudah banyak yang menunggu (antri) di tempat ini. Setelah memesan lauk pendamping nasi kuning, kami duduk dulu untuk menunggu panggilan. Rata-rata pembeli tidak makan di sini, tapi untuk dibungkus dan dimakan dirumah.

Ketika sedang menunggu, ada pelanggan yang tidak lagi kebagian lauk kecuali telur, karena berbagai lauk sudah habis. Pelanggan ada yang baru kembali dari masjid / langgar, ada yang dari rumah, ada yang baru pulang olahraga di stadion.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"