Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Pelantikan Pengurus Yayasan Islam Al-Amin Kapuas Periode 2017-2022

Pengurus Yayasan Islam Al-Amin Kapuas yang baru
Pada hari Selasa, 10 Januari 2017 bertempat di aula Hotel Raudah dilaksanakan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Pengurus Yayasan Islam Al-Amin Kapuas eriode 2017-2022. Adapun susunan pengurus yang baru adalah:

Ketua - Agus Setiawan, S.Pd.I
Sekretaris I - Sugeng Sukriyanto, S.Pd.I
Sekretaris II - Hartopo, S.Kom
Bendahara I - Meta Ria
Bendahara II - Fatimah

Pelantikan dilaksanakan oleh Ustadz Suriani Jiddy, Lc (ketua pembina yayasan).

Dalam sambutannya mantan ketua terdahulu, Hasanudin, S.Pd.I, menyampaikan hasil kerja selama dua tahun yaitu membuka lahan di Sei Katambung; lobby pembangunan jalan; pembangunan ruang kelas SDIT; pembangunan ruang kelas SMPIT; pembangunan ruangan organisasi; penyelesaian sertifikat tanah; pembuatan portal; pembangunan halaman SDIT, SMPIT; program angkutan siswa; program keuangan; pendataan aset; pengadaan sistem rekrutmen (online); tatakelola manajemen yayasan; pengadaan sarana komunikasi antar lembaga; pembangunan Islamic Center; listrik bangunan sudah standar 3.500 watt; perpustakaan; pengadaan WC; pengangkatan kepala lembaga; penggalangan dana Garut; lobby pembangunan sarana olahraga. Beliau berharap agar kepengurusan yang baru dapat melanjutkan pembangunan yang sudah berjalan.

Agus Setiawan, ketua yayasan yang baru, dalam sambutannya mengajak kepada semua pihak untuk bekerja sama mewujudkan apa yang sudah dirintis oleh Bapak Hasanudin.

Ustadz Suriani Jiddy, Lc, ketua pembina, menyampaikan ucapan dari Imam Al-Hassan yang menyatakan bahwa amal yang paling utama pada zaman sekarang ini adalah belajar ilmu dan menyebarluaskan ilmu. Disinilah peran para guru menjadi sangat vital. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"