Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Anggota DPRD Kota Baru kunjungi "incinerator" RSUD Kapuas

Anggota DPRD Kota Banjar Baru di depan incinerator
Pada hari Rabu, 22 Februari 2017, RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas menerima kunjungan kerja dari anggota komisi III DPRD Kota Baru, Kalimantan Selatan. Rombongan dipimpin langsung oleh ketua DPRD, Hj. Alfisah, S.Sos, M.AP. Tujuan dari kunjungan kerja tersebut adalah untuk melakukan peninjauan lapangan terhadap incinerator yang ada di RSUD Kapuas. Rombongan disambut oleh Plt. Direktur, dr. Agus Waluyo, MM. Menurut keterangan dari anggota dewan tersebut, rupanya mereka sedang mempersiapkan segala sesuatu untuk rumah sakit yang baru dibangun di Kota Baru.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"