Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Dokter Internsip Ikut Upacara Bendera di Rumah Sakit

Dokter internsip sedang mengikuti upacara
Pada hari Senin, 20 Februari 2017 bertempat di lapangan parkir RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas dilaksanakan kegiatan upacara bendera. Para dokter internsip yang ditempatkan di rumah sakit ikut dalam upacara tersebut dengan mengenakan baju "snelly". Dalam sambutannya, direktur mengucapkan selama datang kepada para dokter internsip, dan mengingatkan mereka agar hanya menjalankan praktek kedokteran di tempat-tempat yang sudah ditentukan agar tidak menimbulkan masalah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"