Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Truk sengon amblas di Hampatung

Truk sengon yang amblas di Hampatung
Saat berangkat shalat Jum'at (24 Februari 2017) ke Masjid Jami' Mambulau, admin melewati truk yang amblas di Hampatung, Kapuas Hilir. Sepulangnya dari shalat Jum'at, admin menyempatkan diri untuk mampir ke lokasi truk yang sedang amblas tersebut. Menurut keterangan warga sekitar, truk ini mengalami pecah ban kiri depan, sehingga truk terdorong keluar dari badan jalan. Rupanya bahu jalan tidak kuat menahan beratnya truk yang membawa kayu sengon tersebut. Kejadian ini terjadi pada hari Kamis (23 Februari 2017) sore. Muatan kayu sengon akan dipindahkan ke truk yang lain.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"