Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
3 ilmu yang wajib dipelajari
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
-
Oleh: Guru Syamsul
Bahri
3 macam ilmu yang
wajib kita pelajari dan melaksanakannya bila dia sudah baligh. Bila tidak
dipelajarinya dia akan berdosa. Ilmu tersebut adalah:
·Ilmu Tauhid
·Ilmu Fiqih
·Ilmu Tasawuf
Sabda Rasulullah: menuntut
ilmu itu wajib atas setiap orang beriman laki-laki dan perempuan.
Belajar ilmu itu
ada kitabnya. Terkadang ada yang tidak ada kitabnya, hanya pakai hapalan saja.
Terkadang apa yang disampaikan tidak sesuai dengan kitab. Jangan sembarang
mengajarkan ilmu. Kitab yang kita ajarkan itu, pernah kita belajar dengan guru.
Apalagi masalah ketuhanan, kalau salah orang bisa masuk neraka.
Ilmu Tauhid,
kitab yang biasa dibaca adalah Kitabul Mubtadi’in. Bila dipelajari dari awal
sampai selesai, kewajiban kita sudah dilaksanakan. Berikutnya adalah Sifat 20
yang dikarang oleh Utsman Badawi. Kemudian kitab ‚amal ma’rifat yang dikarang
oleh Abdurrahman Sidiq. Sudahkan kita belajar, mengamalkan dan hidup dengan
tauhid.
Bila punya istri
dan anak, dan dia termasuk orang ‚alim, maka bisa mengajari mereka (dengan izin
dari guru). Bila kita tidak mampu mengajarinya, suruh dia menghadiri majelis
ta’lim. Bisa jadi majelis ta’lim itu kitab-nya sudah tinggi.
Awal agama itu
mengenal Tuhan. Mengenal Tuhan lewat sifat 20. Tauhid bisa membedakan sifat
kita dan sifat Allah. Kehadiran kita di masjid adalah karena taufik dan hidayah
dari Allah.
Syarat ma’rifat kepada
Allah:
1.Hati kita yakin, tidak ragu-ragu dengan ilmu yang dipelajari. Gurunya
adalah guru yang benar, mengajarkan sesuai Qur’an, Hadits, Ijma’ dan Qiyas.
2.Ilmu yang dipelajari itu sesuai dengan hukum yang benar, sesuai dengan
hukum syara‘, sesuai dengan ilmu fiqih. Seringkali orang lemah dalam ibadah.
Tidak benar bila ilmu melemahkan hukum Allah ta’ala. Kalau sampai tidak
mewajibkan shalat, maka dia murtad. Ada guru yang khusus masalah hakikat.
Waspada belajar ilmu aqidah yang tidak jelas sumbernya. Hukum syariat wajib
dilaksanakan sampai akhir hayat, seberapapun tinggi ilmu seseorang.
3.Ada dalil aqli dan naqli. Ada yang berpendapat
bahwa kalau tidak nikah batin, masih berzina meskipun sudah menikah di KUA.
Ilmu ini tidak sesuai dengan ilmu Qur’an.
Disampaikan di
Masjid Jami’ At-Taqwa 25 Maret 2017
Berikut ini adalah terjemahan dari halaman di Astronesian Basic Vocabulary Database . Nampaknya masih perlu ada koreksi untuk bahasa Dayak-nya sendiri, begitu juga dengan terjemahannya. Untuk penerjemahan menggunakan Google Translate . Koreksi bahasa dibantu oleh Dra. Hernawaty, M.Kes. Untuk koreksi dari halaman ini dapat diberikan pada komentar. Upaya penerjemahan Kamus Bahasa Dayak - Jerman sedang berlangsung, dapat dipantau pada: Kamus Dayak Ngaju - Indonesia .
Toko ini terletak di Jl. Kapuas Seberang I, Kelurahan Dahirang, Kecamatan Kapuas Hilir, Kabupaten Kapuas. Teleponnya adalah (0513) 23655. Toko ini menjual berbagai souvenir khas Kapuas seperti perahu naga yang terbuat dari getah nyatu (sebagaimana tampak dalam gambar berikut ini): Perahu naga dari getah nyatu
Kata benda dengan awalan Jalah toh bujur. - Huma te korik. - Lewu toh hai tuntang bahalap. - Ie oloh korik. (tingkat rendah). - Danum jetoh papa. - Oloh te bujur. - Kabon korik te bahalap. - Huma toh dia hai. - Andau toh andau hai. Kalimat sederhana yang dibentuk dari kata sehari-hari Ingat: Kalimat biasanya dimulai dengan subyek , diikuti dengan predikat dan obyek . Diawal kalimat anda juga meletakkan kata yang harus ditekankan. Kemurnia suku juga penting. Tensesnya dibentuk oleh "aton", nya; "jari", sudah; "kareh," masa depan, akan, dan "akan," akan, harus, semuanya mendahului kata kerja. Seringkali tense hanya hasil dari konteks. omba, pergi bersama-sama awi , lakukan, lakukanlah dumah , datang buli , kembali ke nahuang, handak, maku, ingin imbit , itu akan dibawa gau , mencari harati , memahami Aku omba keton. Aku ikut denganmu. Omba aku , pergi dengan saya Awi te ! Lakukan itu Imbit danum ! Bawa air Bu...
Komentar
Posting Komentar
Silahkan memberikan komentar terhadap tulisan kami!