Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Bakti Sosial OSIS SMK Al-Amin Kapuas

Foto bersama di depan Masjid Al Muhajirin
Pada hari Minggu, 16 April 2017, Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMK Al-Amin Kapuas menyelenggarakan kegiatan Bakti Sosial di Masjid Al-Muhajirin di Handil Selat Simin, Desa Anjir Palambang, Kecamatan Pulau Petak, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.
Para siswa memperbaiki plang masjid
Dalam bakti sosial ini para siswa memperbaiki plang nama masjid, kemudian membersihkan rerumputan yang ada di sekitar masjid serta membersihkan bagian dalam masjid.
Para siswa membersihkan rerumputan di sekitar masjid

Pengecatan plang masjid

Para siswi membersihkan bagian dalam masjid

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"