Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Buku "Benarkah Persepsi Sehat Anda" - dr. Meldy Muzada Elfa, Sp.PD

Saat akan memasuki mobil, admin dipanggil oleh dr. Meldy, beliau ada hadiah. Rupanya buku diatas. Saat membaca buku ini, ada judul yang menarik yaitu tentang masalah masuk angin. Beliau membahas masalah ini dengan cukup mendalam dari sudut pandang seorang ahli penyakit dalam. Menarik sekali pembahasan beliau. Judul lain yang menarik perhatian admin adalah tentang jumlah air yang sebaiknya kita minum dalam waktu satu hari.

Buku ini masih dicetak dalam jumlah terbatas (200 eksemplar). Mengingat buku ini adalah kumpulan tulisan beliau di Kompasiana, bagi yang berminat untuk membaca tulisan-tulisan beliau dapat meng-klik tautan dibawah ini :

Masuk Angin
Berapa sebenarnya kebutuhan air kita? Haruskah 2 liter sehari?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"