Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Isra' Mi'raj di TPA Al-Inayah

Para santri TPA Al-Inayah yang mengikuti Isra' Mi'raj
Pada hari Rabu, 26 April 2017 bertempat di TPA Al-Inayah, Jl. Kapten Pierre Tendean Gg. X Kuala Kapuas dilaksanakan kegiatan Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW. Kegiatan ini diisi dengan ceramah tentang hikmah Isra' dan Mi'raj. Penceramah lebih banyak menyampaikan masalah hikmah Rasulullah SAW ketika bertemu dengan para Nabi dan Rasul mulai dari langit pertama sampai langit ketujuh.

Ketika bercerita tentang Nabi Adam yang ditemui Rasulullah di langit pertama, beliau menceritakan bahwa manusia diturunkan ke muka bumi bukan karena Adam memakan buah Khuldi. Dalam surat Al-Baqarah ayat 30 sudah disampaikan bahwa sebelum penciptaan Adam pun Allah sudah berkehendak untuk menempatkan seorang "khalifah" di muka bumi. Jadi manusia memang diperuntukkan untuk berada di bumi. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)