Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Kerja ganda Unit Transfusi Darah Rumah Sakit (UTD-RS)

dr. Erny Indrawati sedang memaparkan profil UTD-RS
Dalam paparan mengenai UTD-RS pada hari Kamis, 13 April 2017 di aula RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas, dr. Erny Indrawati (pimpinan UTD-RS) menyampaikan bahwa mereka menjalankan fungsi ganda. Selain sebagai unit transfusi darah yang harus mencari donor darah, mereka juga berfungsi sebagai bank darah rumah sakit. Bila sebuah daerah memiliki UTD PMI, maka rumah sakit hanya berperan sebagai bank darah.

Sampai tahun 2017 ini, UTD-RS masih belum memiliki mobil donor sehingga untuk perekrutan donor darah di luar rumah sakit masih menggunakan ambulance rumah sakit. Setiap tahun UTD-RS melayani lebih dari 2000-an kali permintaan darah untuk pasien.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"