Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Safari Subuh di Masjid Darul Aman

Ustadz Anshari (tengah) sedang menyampaikan Kuliah Subuh
Pada hari Sabtu, 22 April 2017, Safari Subuh Dewan Masjid Indonesia dan Kelompok Kerja Penyuluh Agama Islam Kecamatan Selat bertempat di Masjid Darul Aman, Jalan Pemuda, Kuala Kapuas. Kuliah Subuh disampaikan oleh Ustadz Anshari yang menyampaikan masalah shalat. Berikut catatannya:

Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam surga-Ku. (Q.S. Al Fajr, 89: 27-30)

Shalat adalah mi’raj orang-orang yang beriman (Hadits)

Ibnu Athaillah – shalat adalah puncaknya ibadah.

Abdurrahman Siddiq – manakala aku lihat dari beberapa dalil bahwa shalat itu adalah tiang agama, dan lebih utama dari semua taat, maka suka aku sebutkan kaifiyat shalat zahir agar menjadi peringatan bagiku dan peringatan bagi seumpamaku. Nama kitabnya beberapa rahasia sembahyang. Sembahyang lima waktu itu wajib atas orang yang sudah mukallaf. Dan wajib atas wali untuk menyuruh anak-anaknya sembahyang saat usia tujuh tahun.

Shalat berjama’ah ini besar pahalanya. Ketika ada sahabat yang tidak shalat berjama’ah, beliau mengatakan bahwa bila mendengar adzan maka harus ke masjid. Shalat berjama’ah lebih besar pahalanya 27 kali dibandingkan shalat sendiri.

Bila orang tua rajin beribadah maka anaknya insya Allah rajin juga beribadah.

Abdurrahman Siddiq – wajib memukulnya bila tidak mau shalat ketika berumur 10 tahun. Dan wajib menyuruh anak dan istri dan mereka yang dibawah kuasanya. (Ini tanggung jawab pimpinan untuk mengajak bawahannya untuk shalat. Itulah sebabnya setiap kantor ada mushola-nya).
Orang yang bertasawuf tapi tidak sembahyang, orang itu kafir. Barangsiapa menghimpun tasawuf dan fiqh maka dia adalah orang yang benar.

Anak yang senang hatinya, mudah menerima pelajaran. Rajin beribadah bisa masuk surga, tidak beribadah akan masuk neraka.

Abdurrahman Siddiq – jangan dibiarkan mereka untuk uzur (tidak shalat). 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"