Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Puasa tetap belajar (dokter internsip)

Presentasi dokter internsip di aula rumah sakit
Pada Ramadhan hari pertama, Sabtu, 27 Mei 2017 admin menerima pesan WhatsApp dari seorang dokter internsip yang mengabarkan bahwa mereka akan presentasi di aula RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas sekitar pukul 10.00 WIB. Admin datang agak terlambat, namun acara belum dimulai karena masih menunggu pembimbingnya. Setelah pembimbingnya datang, presentasi langsung dimulai. Presentasi pertama tentang masalah Tuberkulosis dengan dugaan Multidrug Resistance (MDR). Presentasi kedua adalah tentang gagal jantung. Presentasi dan diskusi berlangsung dengan lancar. dr. Gusti Hariyadi Maulana, M.Sc, SpPD sebagai pembimbing banyak memberikan masukan, khususnya pada kasus gagal jantung.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"