Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Buka Puasa Majelis Ta'lim Asy-Syifa RSUD Kapuas di Rutan Kuala Kapuas

Masjid At-Taubah Rutan Kelas IIB Kuala Kapuas
Pada hari Minggu, 4 Juni 2017 bertempat di Masjid At-Taubah Rutan Kelas IIB Kuala Kapuas dilaksanakan kegiatan buka puasa bersama. Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan dari Majelis Ta'lim Asy-Syifa RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas yang dipimpin oleh Bapak Muhammad Saleh.

Dalam sambutannya, Kepala Rutan Kelas IIB Kuala Kapuas, Bapak Husaini menyampaikan ucapan terima kasih sekaligus mengabarkan bahwa mungkin ini adalah tahun terakhir dimana jumlah peserta buka puasa paling banyak, karena rumah tahanan di Pulang Pisau sudah jadi, jadi nanti sebagian dari penghuni rutan akan dipindahkan. Saat ini rutan dihuni oleh 402 orang sedangkan kapasitas maksimalnya cuma sekitar 200-an.

Tausiyah pengantar berbuka puasa membicarakan kisah Nabi Adam yang bersegera menerima "kalimat" dari Allah SWT serta masalah terbuka lebarnya pintu hidayah dan sempitnya pintu untuk menuju kesesatan (Q.S. Al Baqarah, 2: 37-39)

Menurut keterangan Bapak Muhammad Saleh, pembagian nasi kotak dan bingkisan buka puasa berjalan lancar bila dibandingkan dengan tahun lalu. Sekarang seluruh penghuni Rutan termasuk petugas mendapat bagian masing-masing.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"