Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Mu'jizat Ilmiah Al-Qur'an

Daftar putar ini berisi dua puluh empat video yang menggambarkan mu'jizat ilmiah yang terdapat dalam Al-Qur'an. Video-video diatas durasinya singkat, umumnya kurang dari 10 menit namun memberikan penjelasan yang sangat ilmiah tentang berbagai informasi yang sudah diberikan Qur'an sejak 1400 tahun yang lalu. Sesuatu yang tidak mungkin dilakukan oleh orang yang hidup di tengah padang pasir yang tidak punya akses terhadap ilmu pengetahuan yang canggih.

Kesimpulan dari semua video diatas adalah bahwa Qur'an tidak mungkin buatan manusia, dia merupakan firman dari Allah SWT.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"