Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Persaudaraan Muslimah (Salimah) Peduli Ramadhan

Peduli Ramadhan di Langgar Da'watul Khairat (Courtesy of Salimah)
Pada hari Jum'at, 2 Juni 2017, Persaudaraan Muslimah (Salimah) Pengurus Daerah Kapuas bekerja sama dengan Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Majelis Ta'lim Mar'atush Shalihah, Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Kapuas, dan Annida mengadakan kegiatan Peduli Ramadhan. Kegiatan ini berupa kunjungan ke Langgar Da'watul Khairat dan Masjid Baiturrahim Handil Ulis untuk berbagi baju layak pakai, mukena dan nasi untuk buka puasa bersama. 
Peduli Ramadhan di Masjid Baiturrahim Handil Ulis (Courtesy of Salimah)
Selama bulan Ramadhan ini Salimah menyelenggarakan berbagai kegiatan seperti dalam poster berikut ini:

Salimah Berbagi di bulan Ramadhan (Courtesy of Salimah)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"