Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

RSUD Kapuas cetak "pelatih" pencegahan dan pengendalian infeksi

Nurdiana (kelima dari kanan)
Melatih seluruh staf rumah sakit tentang pencegahan dan pengendalian infeksi merupakan tantangan yang cukup besar bagi RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas. Rumah sakit ini memiliki lebih dari 500-an orang karyawan. Dalam rangka melakukan efisiensi, rumah sakit mengirimkan seorang Infection Prevention Control Nurse (IPCN) yaitu Nurdiana, untuk mengikuti pelatihan Training of Trainer (TOT) Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI).

Diharapkan setelah beliau selesai mengikuti pelatihan ini, beliau berhak melatih dan memberikan sertifikat kepada para staf rumah sakit yang mengikuti pelatihan yang diberikannya. Selain itu Nurdiana juga berhak memberikan pelatihan tentang PPI di rumah sakit-rumah sakit lain. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"