Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Trik Setan di Media Sosial


Oleh: Khawlah bint Yahya – United Kingdom

Pelajaran 1: Jangan "posting" setiap pemikiran
Rasulullah SAW bersabda, Cukuplah seseorang itu berdosa bila menyampaikan setiap yang dia dengar (Silsilah Ash-Shahihah)

Pelajaran 2: Cek apakah hal itu benar
Hai orang-orang yang beriman, jika seorang fasik datang kepadamu dengan berita, klarifikasi dulu, jangan sampai engkau membahayakan orang lain karena tidak tahu, dan sesudahnya engkau menyesal atas apa yang kamu kerjakan (Q.S. Al Hujurat, 49: 6)

Pelajaran 3: Jagalah kesucianmu
Salman al-Farisi r.a. berkata Bila Allah menginginkan kehancuran seseorang, Dia mencabut rasa malu (dari hatinya).


Pelajaran 4: Jangan "like" seperti orang gila!
Rasulullah SAW bersabda, Kamu akan bersama dengan orang yang kamu cintai (H.R. Bukhari). Hati-hati dengan klik "like", terutama menyukai mereka atau orang yang terlibat dalam aktivitas yang haram.

Pelajaran 5: Tidak hanya kebaikan yang berlibat ganda.

Melalui media sosial, ucapan yang buruk, perbuatan buruk lainnya dapat di "posting" ulang dan di "tweet" ulang. Bayangkan jika anda mem-"posting" satu pernyataan "ghiba" (membicarakan keburukan orang lain) dan 1.000 orang menyukai dan membagikannya, maka dosanya pun akan berlipat ganda.

Pelajaran 6: Jangan sebarkan rahasia pernikahan.
Rasulullah SAW bersabda, Diantara orang yang paling buruk diantara manusia terhadap Allah pada Hari Kebangkitan adalah orang yang melakukan hubungan intim dengan seorang wanita, kemudian dia menyebarkan rahasia wanita tersebut (H.R. Muslim)

Pelajaran 7: Akun dihapus, catatan disimpan. 
Ingat setiap malaikat pencatat, mencatat semua yang kita kerjakan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)