Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Mengetam padi dengan "ranggaman"

A post shared by Jum'atil Fajar (@jumatilfajar) on


Pada saat mampir di Langgar Baiturrahman, Handil Usang, Selat Hulu, Kecamatan Selat, Kuala Kapuas, admin melihat para petani sedang mengetam padi. Saat admin dekati salah seorang petani dan bertanya, "Apakah Ibu sedang mengetam dengan ani-ani?" Beliau menjawab, "Tidak." Admin menjadi bingung karena setahu admin alat yang sedang digunakan ibu tersebut namanya ani-ani. Admin lalu bertanya, "Apa nama alat yang sedang Ibu gunakan?" Beliau menjawab, "Ranggaman." Oh, jadi ani-ani itu bahasa Banjar-nya "ranggaman". 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"