Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Peserta Wajib Kerja Dokter Spesialis (WKDS) sudah mulai bekerja di RSUD Kapuas

dr. Sheila Febrina, M.Sc, Sp.A (kiri) dan dr. Esti Tantri Anandani, Sp.PD
Pada hari Selasa, 5 September 2017 dua orang peserta Wajib Kerja Dokter Spesialis (WKDS) yaitu dr. Sheila Febrina, M.Sc, Sp.A dan dr. Esti Tantri Anandani, Sp.PD sudah masuk di RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas. Pada pagi harinya, mereka memperkenalkan diri dihadapan peserta apel pagi. Setelah itu mereka memperkenalkan diri dihadapan anggota Komite Medis. Mereka akan bertugas di Kapuas selama satu tahun. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"