Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Pengukuhan PMR Madya dan Wira Madrasah Khazanaturrahmah 2017

Anggota PMR Madya dan Wira di Langgar Khazanaturrahmah
Pada hari Sabtu, 14 Oktober 2017 bertempat di Madrasah Khazanaturrahmah dimulai kegiatan Pengukuhan Palang Merah Remaja Tingkat Madya dan Wira. Setelah kegiatan pembukaan di halaman sekolah dilaksanakan shalat Ashar berjama'ah di langgar sekolah. Setelah itu dimulai materi tentang Sejarah Palang Merah yang dilaksanakan di langgar tersebut. Menurut Bapak Rahmad Fauzan Akhyari, S.Pd.I (Pembina PMR) kegiatan ini merupakan kegiatan ketiga sejak tahun 2015. Kegiatan ini dibantu oleh dua orang anggota Korps Sukarela (KSR) yaitu Bapak Putra dan Bapak Yamin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"