Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Kena Razia Kendaraan Bermotor

Pada hari Jum'at, 3 November 2017, sepulang dari tempat kerja, admin melewati depan Samsat Kuala Kapuas. Rupanya sedang ada razia dari Polres Kapuas. Admin salah membawa STNK, yang terbawa adalah STNK mobil, sedangkan kendaraan yang digunakan adalah motor. Admin minta waktu sebentar untuk menunggu istri yang akan mengantarkan STNK tersebut. Sambil menunggu admin berada di meja bersama para Polwan yang sedang memproses berbagai pelanggaran yang dilakukan oleh pengendara kendaraan bermotor. Menurut keterangan dari Polwan yang admin hadapi, sudah cukup banyak pengendara yang terkena tilang dari razia ini.

Setelah istri admin datang sambil membawa STNK motor tersebut, admin diizinkan untuk meninggalkan Samsat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"