Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

MCK hibah dari Kemenag untuk Ponpes Al-Amin Kapuas

Kamar mandi
Pada hari Rabu minggu lalu, admin diingatkan untuk melihat MCK (Mandi, Cuci, Kakus) hibah dari kementerian agama, tapi admin lupa. Baru hari ini, Senin, 20 November 2017 admin menyempatkan diri untuk melihat MCK ini.
Tempat mencuci
Bangunan ini terdiri dari dua buah kamar mandi, empat buah WC dan enam buah tempat untuk mencuci. Untuk WC sudah disediakan "septic tank"-nya. Namun sayang untuk air buangan kamar mandi, dibuang langsung ke bawah bangunan.
WC
MCK sangat membantu bagi para santri wanita yang jumlahnya cukup banyak.
Tampak luar bangunan MCK

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"