Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Lomba Penyajian Bubur Ala Asy-Syura di Kuala Kapuas

Sebelum masuk kerja pada hari Senin, 11 Desember 2017, admin menyempatkan dulu untuk mampir ke halaman Masjid Agung Al-Mukarram. Ditempat ini sedang ada Lomba Penyajian Bubur Ala Asy-Syura. Kegiatan ini diikuti oleh berbagai instansi dan organisasi di Kabupaten Kapuas. Admin menyorot bubur-bubur yang disajikan dan pada beberapa meja dimana buburnya tidak ada yang dibuka, admin meminta para ibu untuk membuka salah satu bubur tersebut untuk diliput.

Sayangnya liputan ini tidak bisa menggambarkan bagaimana enaknya bubur ala asy-syura yang disajikan tersebut.

Kegiatan ini dilaksanakan bersamaan dengan tausiyah Maulid Nabi Muhammad SAW yang disampaikan oleh Ustadz Wijayanto di Masjid Agung Al-Mukarram.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"