Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Rumah Keluarga Indonesia Kapuas selenggarakan Maulid Nabi Muhammad SAW

Foto bersama Ustadz Wildan Sholeh Al-Hafidz
Pada hari Rabu, 13 Desember 2017 bertempat di Jalan Sudirman, Kuala Kapuas, Rumah Keluarga Indonesia Kabupaten Kapuas menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan ini diikuti oleh berbagai organisasi wanita di Kabupaten Kapuas seperti Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI), Muslimat NU, ibu-ibu Majelis Ta'lim Pasar Baru, Majelis Ta'lim Annida, Majelis Ta'lim Aisiyah Mambulau dan ibu-ibu dari organisasi perempuan di Kabupaten Kapuas. Ceramah disampaikan oleh Ustadz Wildan Sholeh Al-Hafidz.

Foto dan tulisan dikirimkan oleh Siti Suparti

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"