Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

7 syarat keimanan - Ustadz Suriani Jiddy, Lc

Pada hari Jum'at, 9 Februari 2018 bertempat di aula RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas dilaksanakan kegiatan siraman rohani bagi pegawai Muslim di rumah sakit. Tausiyah disampaikan oleh Ustadz Suriani Jiddy, Lc. Beliau menyampaikan materi 7 syarat keimanan sebagai berikut:

  1. Ilmu
  2. Yaqin - meyakini agama kita benar
  3. Ikhlas - murni atau bersih dalam hal gerak langkah kita karena Allah
  4. Benar atau jujur - ada kesesuaian antara yang diucapkan dengan apa yang di dalam hati kita.
  5. Cinta - orang Islam harus cinta dengan Islam; harus mencintai apapun yang berasal dari agama
  6. Tunduk patuh
  7. Al Qabul (menerima)
Pembuat catatan: Nurdiana

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"