Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Pengantar Singkat Bahasa Dayak Ngaju (5)

Latihan.

Tana toh bahalap toto - Ladang ini sangat bagus
Ela ikau omba akan tana! - Kamu jangan ikut ke ladang
Kilen, ie haban? - Bagaimana, dia sakit?
Iyoh, tuan. - Ya, tuan.
Aton surat bara guru. are tarimakasih! - Ada surat dari guru, terima kasih banyak!
Salamat jalan! - Selamat jalan!
Keleh keton omba akan huma! - Lebih baik kalian ikut ke rumah
Ewen hindai jari kuman. - Mereka belum selesai makan
Kuman hindai! Are bari joho. - Makan lagi! Banyak nasi kaldu
Kareh ie dumah kea. - Nanti dia datang juga
Koe tuan buli huma. - Kita berdua pulang ke rumah
Jewu itah sampai Mandomai. - Besok kita sampai Mandomai

Ewen toh dumah bara tanah Balanda. (Holland.) - Mereka datang dari tanah Belanda
Ikei hindai harati auch keton. - Kami belum mengerti ucapan kalian
Sungei toh are lauk. - Sungai ini banyak ikan
Aton are behas hindai. - Masih ada banyak beras
Amak toh hindai brasih. - Tikar ini belum bersih
Toto ie jaton? Toto. - Benarkah ia belum? Benar

Hindai ewen sampai? Jari sampai. - Apakah mereka belum sampai? Sudah sampai
Jari ombet. - Sudah cukup
Joho toh mangat toto. - Gulai ini enak sekali
Prea keton jari dumah? Alem toh. - Kapan kalian sudah berada di rumah? Malan ini
Imbit surat toh akan ewen huang huma. - Bawa surat ini untuk mereka yang ada di rumah
Indah piring toh! - Pindahkan piring ini!
Kueh ie? Hong tana. - Mana dia? Di ladang
Bara kueh keton? Bara Kapuas. - Dari mana kalian? Dari Kapuas
Akan kueh (atau: kangkueh) keton? Akan Banjar. - Mau kemana kalian? Mau ke Banjar
Hai kea arut ewen. - Besar juga perahu mereka
Kilen, kapal te hindai sampai? - Bagaimana, kapal tersebut belum sampai?
Behas toh paham rarang. - Beras ini sangat mahal
Kilen, ie haban? Haban. - Bagaimana, dia sakit? Sakit
Hindai ie keleh? Keleh kea. - Apakah dia belum sembuh? Sembuh juga
Pati toh babehat. Toto kea. - Peti ini berat. Benar juga.
Ie lalau tabela. - Dia terlalu muda
Hatalla sinta itah. - Tuhan cinta kita
Pisang toh rarang kea. - Pisang ini mahal juga.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)