Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Peringatan Isra' Mi'raj di Langgar Al-Inayah

Pada hari Sabtu, 14 April 2018 bertempat di Langgar Al-Inayah, Jalan Kapten Pierre Tendean, Kuala Kapuas, Kalimantan Tengah dilaksanakan kegiatan Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW. Kegiatan diawali dengan pembacaan maulid oleh Kelompok Maulid Habsyi Masjid Nurul Iman. Dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Bapak Amran. Sambutan ketua PHBI Langgar Al-Inayah disampaikan oleh Bapak Ramli. Ceramah tentang hikmah Isra' Mi'raj disampaikan oleh Ustadz Ahmad Syauqi.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"