Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Spanduk resmi KPU untuk kedua calon Bupati dan Wakil Bupati Kapuas

Saat melintasi Kecamatan Basarang pada hari Sabtu 7 April 2018, admin hanya melihat beberapa spanduk saja di sepanjang jalan dari Maluen ke Batu Nindan. Pada hari Ahad, 8 April 2018, admin kembali menempuh Jalan Kolonel Sugiono, Jalan Ahmad Yani, Jalan Tambun Bungai, Jalan Melati, Jalan Anggrek, Jalan Mahakam, Jalan Cilik Riwut, Jalan Pemuda sampai Jalan Jepang; admin hanya melihat beberapa spanduk saja. Ketika masuk ke Desa Pulau Telo Baru, admin melihat spanduk diatas. Ketika admin bertanya kepada salah satu penduduk di desa tersebut, mereka bilang bahwa spanduk ini cuma ada satu saja di desa mereka. Ada lagi di desa sebelah, Pulau Telo. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"