Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Webinar Perlindungan Hukum Untuk Dokter Internsip

Pada hari Senin, 2 April 2018 bertempat di aula RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas dilaksanakan kegiatan menonton webinar Perlindungan Hukum Untuk Dokter Internsip yang dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Para dokter internsip, dokter pendamping, pihak manajemen dan direktur rumah sakit mengikuti kegiatan tersebut. Namun sayangnya ketika webinar berlangsung, masalah suara dari pembicara terkadang sulit untuk didengar. Hal ini diakibatkan karena banyaknya peserta yang dapat menggunakan mikrofon di Webex. Admin di kementerian pun kesulitan untuk mengendalikan jalannya webinar tersebut melalui Webex. Semoga kedepan pelaksanaan webinar ini dapat lebih baik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"