Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Workshop Pengendalian dan Pencegahan Infeksi dalam rangka HUT PPNI ke-44

Nurdiana menyampaikan materi PPI (Courtesy of PPNI)
Pada hari Kamis, 29 Maret 2018, bertempat di gazebo rumah sakit, Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Unit RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas menyelenggarakan workshop keperawatan dengan topik Pengendalian dan Pencegahan Infeksi (PPI). Materi ini disampaikan oleh Infection Prevention Control Nurse (IPCN) rumah sakit yaitu Mariasi dan Nurdiana. Kegiatan ini diikuti oleh para perawat yang bekerja di rumah sakit dan puskesmas. Dalam kegiatan ini juga dilakukan pemotongan kue ulang tahun oleh pengurus PPNI Kabupaten Kapuas. Hadir juga dalam kegiatan ini Bapak Dusi, SKM, MM, Camat Tamban Catur.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"