Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Kenangan bersama "Monggo Chocolate"

Saat menunggu pesawat ke Banjarmasin di Bandara Adi Sucipto, Rabu, 20 Juni 2018, admin melihat toko yang menjual "Monggo Chocolate".
Beberapa tahun yang lalu, PMI Kabupaten Kapuas pernah bekerjasama dengan "Monggo Chocolate" dalam upaya penggalangan dana kemanusiaan melalui penjualan coklat.
Jadi pihak PMI mengirimkan logo untuk ditempatkan di bungkus coklat. Pihak 'Monggo Chocolate' merancang desainnya. Setelah menyepakati desain dan harganya, akhirnya diproduksilah coklat dengan bungkus logo PMI.
Namun strategi pemasaran coklat ini tidak berjalan dengan baik karena dalam pemasarannya kurang bisa memunculkan unsur donasinya sehingga yang muncul kesannya adalah: "coklatnya kecil, harganya mahal".
Sebenarnya pihak "Monggo Chocolate" bisa memberi harga yang lebih murah asal pihak PMI bisa memesan dalam jumlah yang lebih besar. Namun karena keterbatasan dana maka pemesanan dilakukan dalam hitungan harga yang masih mahal.
Karena menjelang kadaluarsa coklat tersebut masih banyak yang belum terjual, akhirnya banyak digunakan untuk kegiatan internal.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"