Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Kenangan bersama "Monggo Chocolate"

Saat menunggu pesawat ke Banjarmasin di Bandara Adi Sucipto, Rabu, 20 Juni 2018, admin melihat toko yang menjual "Monggo Chocolate".
Beberapa tahun yang lalu, PMI Kabupaten Kapuas pernah bekerjasama dengan "Monggo Chocolate" dalam upaya penggalangan dana kemanusiaan melalui penjualan coklat.
Jadi pihak PMI mengirimkan logo untuk ditempatkan di bungkus coklat. Pihak 'Monggo Chocolate' merancang desainnya. Setelah menyepakati desain dan harganya, akhirnya diproduksilah coklat dengan bungkus logo PMI.
Namun strategi pemasaran coklat ini tidak berjalan dengan baik karena dalam pemasarannya kurang bisa memunculkan unsur donasinya sehingga yang muncul kesannya adalah: "coklatnya kecil, harganya mahal".
Sebenarnya pihak "Monggo Chocolate" bisa memberi harga yang lebih murah asal pihak PMI bisa memesan dalam jumlah yang lebih besar. Namun karena keterbatasan dana maka pemesanan dilakukan dalam hitungan harga yang masih mahal.
Karena menjelang kadaluarsa coklat tersebut masih banyak yang belum terjual, akhirnya banyak digunakan untuk kegiatan internal.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)