Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

"Mendoan"

Pada hari Senin, 18 Juni 2018, admin mendengar rencana dari anak-anak untuk ikut Mbah Kakungnya untuk beli "mendoan" diseberang RS Nirmala, Purbalingga, Jawa Tengah.
Admin diberitahu bahwa "mendoan" adalah makanan khas Purbalingga. Kata Bapak, "mendo" itu artinya setengah matang. Jadi "mendoan" itu adalah tempe setengah matang yang digoreng dengan tepung.
Pada mulanya admin menyangka "mendoan" itu adalah kata kerja, tapi ternyata kata benda.
"Mendoan" ini bukan tempe yang diiris-iris, tapi satu lembar tempe yang dilapis dengan tepung kemudian digoreng.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"