Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Mari naikkan cukai rokok sehingga anak tidak bisa beli rokok

Pelajaran dari New York yang menaikkan harga rokok sampai lebih dari 100 ribu rupiah per bungkus membuat orang berpikir bila ingin merokok. Prinsip sederhana ini sampai sekarang belum bisa diterapkan di Indonesia karena begitu banyak kepentingan yang bermain didalamnya.

Pemerintah seharusnya malu, mengizinkan peredaran produk "bunuh diri" sebagaimana yang tercantum dalam setiap iklan rokok, "rokok dapat membunuhmu".

Pemerintah pernah dipermalukan dengan kasus anak kecil yang merokok, sehingga pemerintah harus melakukan rehabilitasi khusus untuk anak tersebut dan keluarganya. Namun sayangnya sikap tersebut cuma "lip service" saja.

Video diatas mengajak kita semua untuk mendorong pemerintah untuk menaikkan harga cukai rokok, sehingga para generasi muda tidak mudah mengkonsumsi rokok.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"