Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Pertemuan Teknis Penyelenggaraan Telemedicine

Pada hari Kamis, 12 Juli 2018 bertempat di Ruang Puruk Cahu, Hotel Neo Palangka Raya, dilaksanakan kegiatan Pertemuan  Teknis Penyelenggaraan Telemedicine. Pertemuan ini dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah. Pertemuan ini diikuti oleh para direktur rumah sakit, para spesialis dan puskesmas yang akan menjadi "pilot project" telemedicine di Kalimantan Tengah.

Narasumber pertemuan ini adalah dari kementerian kesehatan RI, dokter spesialis radiologi dari RSUD Puruk Cahu, dokter spesialis kebidanan dan dokter spesialis jantung dari RSUD Doris Sylvanus. Harapan pertemuan ini, Telemedicine yang dapat dikembangkan di Kalimantan Tengah adalah Teleradiologi, Tele-USG dan Tele-EKG.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"