Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

dr. Sheila, Sp.A dan dr. Esti, Sp.PD pamitan

Pada hari Selasa, 21 Agustus 2018 yang lalu, dr. Sheila, Sp.A dan dr. Esti, Sp.PD sudah pamitan dengan seluruh dokter di RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas. Pada hari ini, Rabu, 29 Agustus 2018, mereka kembali pamitan dengan seluruh staf rumah sakit, karena sore ini sudah menuju ke Banjarmasin, mengingat besok pagi mereka akan naik pesawat pertama dari Bandara Syamsudin Noor.

Mereka berdua adalah peserta program Wajib Kerja Dokter Spesialis yang bertugas sejak awal Agustus 2017. Setelah mengabdi selama satu tahun, mereka akan kembali ke tempat tugas awalnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"