Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Safari wukuf




Waktu wukuf telah tiba. Jemaah calon haji yang sakit di safari wukuf kan. Persiapan dimulai pada pukul 24.00. Jemaah dimandikan dan dipasangkan kain ihram. Karena jemaah yang disafari wukufkan cukup banyak maka proses ini baru selesai pada jam 03.00. Pada pukul 08.00 jemaah diturunkan ke lantai dasar dan dimasukkan ke bis sesuai urutan. Ada yang berbaring dan duduk. Jemaah diberangkatkan ke Arafah pada pukul 11.00. Di Arafah, setelah khutbah Arafah dan shalat Zuhur dijamak dengan Ashar, jemaah dikembalikan ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) sekitar pukul 14.00. Bagi jemaah yang "total care" dan ketergantungan alat di badalkan.

Foto dan tulisan dikirimkan oleh Bapak M. Hipni yang sedang menjadi petugas PPIH di KKHI Mekkah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"