Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Pawai 1 Muharram 1440 H / 2018 M di Kuala Kapuas

Pawai 1 Muharram 1440 H / 11 September 2018 M dilaksanakan dengan garis "start" di depan rumah jabatan Bupati Kapuas. Untuk "finish" ada yang di rumah jabatan kembali, ada juga yang di Masjid Agung Al-Mukarram Amanah.

Pawai ini dilepas oleh Sekda Kabupaten Kapuas, Bapak Rianova, SH. Kegiatan ini diikuti oleh berbagai kalangan masyarakat, mulai dari PAUD sampai yasinan atau perkumpulan maulid Habsyi. Mulai dari TK sampai perguruan tinggi. Mulai dari anak-anak sampai orang dewasa.

Sebagian peserta menyajikan penampilan dihadapan panggung pejabat. Untuk penampilan yang cukup lama harus puas dihentikan oleh panitia agar tidak menghambat peserta berikutnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"