Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

MAN Kapuas Juara 1 Cerdas Cermat Pekan Olimpiade Komputer STMIK 2018




Pada hari Selasa, 23 Oktober 2018 minggu lalu, guru komputer MAN Kapuas mengajak para siswanya untuk mengikuti lomba Cerdas Cermat Komputer yang merupakan salah satu kegiatan pada Pekan Olimpiade Komputer STMIK Banjarmasin 2018. Menariknya, pada babak-babak awal MAN Kapuas hanya mendapatkan sedikit angka dibandingkan dengan kelompok lainnya. Tapi dibabak penentuan yang nilainya tinggi, justru MAN Kapuas bisa menjawab soal, sehingga skor totalnya sangat tinggi.

Sang guru merasa bangga, beliau berkata: kalau juara dua itu biasa, karena kita bertanding dengan SMK jurusan IT; kalau juara satu itu yang luar biasa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"