Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

dr. Adelina Yunus masuki masa purna tugas

Pada tanggal 1 Desember 2018 yang lalu, dr. Adelina Yunus, kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kapuas memasuki masa purna tugas. Pada hari Senin, 3 Desember 2018 bertempat di kantor tersebut dilaksanakan kegiatan serah terima jabatan dari dr. Adelina Yunus ke pelaksana tugas yaitu Bapak Apendi, SKM, MM. 

Dokter Adelina Yunus memulai tugas di Kalimantan Tengah di RSUD Kuala Kurun, kemudian beliau pindah ke Kuala Kapuas menjadi kepala Sekolah Perawat Kesehatan (SPK), kemudian menjadi pimpinan Puskesmas Selat III. Setelah itu beliau diangkat menjadi kepala bidang di Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas, kemudian diangkat sebagai kepala Dinas Kesehatan. Terakhir beliau menjabat sebagai kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kapuas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)