Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Kabel PLN putus

Pada hari Sabtu, 3 Desember 2018 yang lalu, saat melewati Jalan Kalimantan pada pagi hari, di depan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) tidak ada apa-apa. Ketika pulang pada siang hari melewati Jalan Kalimantan, di depan PLTD ada penghalang jalan, rupanya ada perbaikan.

Setelah shalat Maghrib hari itu, admin bertemu dengan petugas PLN yang akan mematikan listrik di Jalan Kapten Pierre Tendean ujung. Beliau mengatakan bahwa ada kabel PLN yang putus, itulah sebabnya di jalan Kalimantan ditutup.

Pada hari Ahad, 4 Desember 2018 saat melewati Jalan Kalimantan, pemberitahuan di ujung Jalan Kalimantan tidak ada lagi, admin menyangka perbaikan sudah selesai. Tapi ketika sampai di area PLTD, rupanya jalannya masih di tutup, terpaksa admin memutar melalui Jalan Jawa dan Jalan Sulawesi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"