Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Kunjungan Komisi C DPRD Provinsi Kalimantan Tengah ke Kapuas

Pada hari Kamis, 13 Desember 2018, Komisi C DPRD Kalimantan Tengah mengunjungi Kabupaten Kapuas. Kunjungan dipusatkan di aula RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas. Agenda mereka kali ini adalah untuk mendapatkan masukan mengenai Universal Health Coverage di Kabupaten Kapuas. Mereka mendengarkan masukan dari pihak Sekretariat Daerah Kabupaten Kapuas yang diwakili oleh Bapak Ishak Baseri. Kemudian dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas yang diwakili oleh Bapak Suparman. Masukan dari RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas langsung disampaikan oleh Bapak dr. Agus Waluyo, MM, selaku Plt. Direktur. Selain itu juga didengar masukan dari BPJS Kesehatan Cabang Palangka Raya dan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah.

Dari informasi yang disampaikan sangat diharapkan adanya dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk membantu Universal Health Coverage (UHC) di Kabupaten Kapuas pada thaun 2019 mengingat dana yang disediakan oleh pemerintah kabupaten tidak mencukupi. Kepala Bappeda Kabupaten Kapuas, Bapak Yan Henri Alle meminta pemerintah provinsi dapat mendorong perusahaan yang ada di Kalimantan Tengah turut membantu melalui CSR mereka. Namun pimpinan rombongan menjelaskan bahwa hal tersebut tidak mudah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"