Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Diatas langit ada langit - Bincang-bincang masalah SNMPTN 2019

Pada hari Jum'at, 15 Februari 2019 saat makan malam di Royal Padjadjaran Hotel, Bogor, admin ngobrol-ngobrol dengan staf Pustekkom Kemendikbud tentang situs SNMPTN (http://snmptn.ac.id/) yang sulit diakses. Beliau mengatakan bahwa ada kemungkinan yang mengakses situs tersebut tidak hanya manual saja tapi ada yang menggunakan "robot". Admin lalu bertanya apakah hal tersebut tidak diperhitungkan sebelumnya. Beliau mengatakan bahwa "diatas langit ada langit lagi".

Syukurlah dengan menggunakan sistem antrian, banyak siswa yang berhasil untuk mengunggah prestasi dan memfinalisasi pendaftaran mereka. Semoga sampai pada tanggal 19 Februari 2019 nanti (masa perpanjangan), seluruh siswa yang berhak mengikuti SNMPTN ini bisa terdaftar, sehingga mereka tidak dirugikan karena sistem yang bermasalah ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)