Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Pemulangan dan Pembekalan Dokter Internsip Kalimantan Tengah 2019

Dokter Internsip yang dipulangkan

Dokter internsip yang diberi pembekalan
Pada hari Ahad-Senin, 10-11 Februari 2019 bertempat di Aula Kahayan Hotel Swiss-belhotel Danum dilaksanakan kegiatan Pemulangan dan Pembekalan Dokter Internsip Tahun 2019. Dokter internsip yang sudah bertugas di Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Kotawaringin Timur sejak Februari 2018 yang lalu sekarang akan dipulangkan. Sedangkan dokter internsip angkatan pertama tahun 2019 akan diberikan pembekalan. 19 orang dokter internsip akan ditempatkan di Kapuas dan 17 orang dokter internsip akan ditempatkan di Kotawaringin Timur. Pada hari ini (12 Februari 2019) para dokter ini sudah diantar oleh dinas kesehatan provinsi ke kabupaten masing-masing.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"