Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

dr. Gusti Hariyadi Maulana, SpPD dinyatakan sah menjadi ahli nefrologi

dr. Gusti Hariyadi Maulana, SpPD-KGH (tengah)
Pada hari Senin, 11 Maret 2019, dr. Gusti Hariyadi Maulana, SpPD dinyatakan sah menjadi Nefrologist (ahli nefrologi) setelah melalui ujian untuk menjadi konsultan di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Beliau berhak menyandang gelar KGH, Konsultan Ginjal dan Hipertensi. Beliau menyelesaikan pendidikan sub spesialis ini dalam usia 37 tahun.

Saat ini beliau adalah dokter penanggung jawab Unit Hemodialisa di RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas, Kalimantan Tengah. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"