Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Jalan-jalan ke Rumah Sakit Kuala Kapuas yang dibangun oleh Basel Mission



Pada hari Jum'at, 26 April 2019, admin menyempatkan diri kembali untuk mampir ke Rumah Sakit Kuala Kapuas yang lama. Bangunan yang ada di pinggir jalan beberapa tahun yang lalu sudah tidak ada lagi. Sekarang di lokasi tersebut sudah ditumbuhi dengan padi. 

Admin menelusuri ke dalam, meliput bangunan yang tersisa, mengobrol dengan Bapak Jack Risman yang menempati bekas rumah sakit tersebut. Beliau lebih banyak tahu tentang perjalanan Basel Mission di Kapuas.

Semoga pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten memberi perhatian untuk perbaikan situs bersejarah ini. Rumah sakit ini dibangun oleh Basel Mission atas masukan dari dr. Vischer. Diresmikan pada tahun 1931.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"