Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Rapat Koordinasi Kabupaten Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Tahun 2019


Pada hari Selasa, 21 Mei 2019 bertempat di aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Kapuas dilaksanakan kegiatan Rapat Koordinasi Kabupaten Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Tahun 2019. Kegiatan ini merupakan kegiatan bersama antara pemerintah daerah Kabupaten Kapuas bersama dengan Forkompida dan berbagai unsur lainnya. 

Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh kepala Satuan Organisasi Perangkat Daerah, Camat se-Kabupaten Kapuas, Organisasi Masyarakat dan Pemuda se-Kabupaten Kapuas, tokoh masyarakat serta tokoh agama di Kabupaten Kapuas.

Dalam pertemuan ini, Bupati Kapuas, Ir. Ben Brahim S. Bahat, MM, MT mengajak seluruh masyarakat untuk rukun dan tidak ikut demo ke Jakarta pada tanggal 22 Mei 2019 besok.

Wakil dari Kepolisian Resort Kapuas, Kepala Unit Tingkat Pidana Tertentu menyampaikan materi tentang tindakan yang dilakukan pada tanggal 22 Mei 2019 yaitu tidak melakukan aksi turun ke jalan pada tanggal 22 Mei 2019 untuk mengantisipasi adanya korban karena tindakan teror. Polisi juga mengharapkan agar masyarakat tidak terpecah karena beda pilihan dalam Pemilu 2019. 

Kepala Kepolisian Resort Kapuas mengharapkan masyarakat tidak mudah terprovokasi dan tidak percaya dengan berita hoaks yang beredar.

Kepala Komando Distrik Militer 1011 Kuala Kapuas meminta peserta untuk memastikan bahwa kondisi Kapuas aman. Beliau mengajak masyarakat untuk mengantisipasi munculnya konflik. 

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Kapuas, Mauladi, SH, MH menjelaskan bahwa konflik terjadi karena rendahnya pemahaman hukum di kalangan masyarakat. Beliau mengharapkan masyarakat tidak melakukan tindakan untuk merugikan diri kita sendiri.

Wakil Bupati Kapuas, Drs. H. M. Nafiah Ibnor, MM menghimbau agar masyarakat Kapuas tidak ke Jakarta. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)