Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Apakah saya berisiko menderita Diabetes?

Apabila anda ingin tahu risiko anda terhadap penyakit diabetes, maka anda dapat mencoba alat berikut ini untuk memperkirakannya:


Agar prosesnya berjalan lancar, sebaiknya anda mempersiapkan data-data berikut ini:
  1. Umur
  2. Berat badan (kg)
  3. Tinggi badan (cm)
  4. Lingkar pinggang (cm)
Nanti hasil yang akan keluar memberikan perkiraan risiko yang akan anda alami apakah rendah (low), sedang (moderate) atau tinggi (high). Alat ini juga akan memberikan saran terkait hal-hal apa yang dapat dilakukan untuk mencegah agar kita tidak menderita diabetes.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"