Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Tafsir Qur'an melalui astronomi


Video diatas menjelaskan bahwa sampai saat ini belum bisa dibuktikan bahwa ada kehidupan seperti manusia di luar angkasa.

Berbagai upaya sudah dilakukan oleh manusia untuk mencari tahu kemungkinan adanya makhluk cerdas di luar angkasa. Namun berbagai upaya tersebut masih menemui jalan buntu. Karena sampai sekarang mereka masih belum bisa menemukan bukti keberadaan makhluk cerdas tersebut.

Kenyataan ini membuat apa yang disampaikan oleh Allah dalam Surat Al-Baqarah ayat 29:

Dialah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. 

Sampai sekarang para ahli astronomi masih belum bisa menemukan planet yang memiliki karakteristik seperti bumi yang memungkinkan kehidupan untuk berlangsung diatasnya.


Video diatas merujuk pada buku "Rare Earth: Why Complex Life is Uncommon in the Universe". Ketika saya baca buku ini, makin jelas bahwa bumi ini memang diperuntukkan bagi manusia. Kita harusnya merasa bangga karena kemuliaan yang Allah berikan kepada manusia sebagaimana firman-Nya:

Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan. (Q.S. Al-Isra, 17: 70)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"