Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Pola tidur Anda menggambarkan pola hubungan Anda



Tidur sangat berpengaruh terhadap hubungan suami istri. Narasumber menekankan pentingnya bagi pasangan untuk memperhatikan masalah tidur ini, mengingat tidur memakan sampai 1/3 hari kita. Penelitian beliau juga menemukan bahwa mereka yang memiliki pola tidur yang baik, umumnya memiliki emosi yang lebih baik pada hari berikutnya. Menariknya, masing-masing pasangan harus mencari pola tidur yang baik bagi mereka. Tidak ada jaminan bahwa tidur bersama akan membuat bahagia dan tidak ada jaminan bahwa tidur berpisah akan membuat tidak bahagia. Masing-masing keluarga memiliki keunikan masing-masing.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"